Contoh Penerapan Gerakan Literasi Sekolah

Diposting pada

Contoh program Gerakan Literasi Sekolah yang dapat diterapkan di sekolah terdiri 3 tahapan, yaitu: 1) Tahap Pembiasaan; 2) Tahap Pengembangan; 3) Tahap Pembelajaran.

1) Tahap Pembiasaan
Pada tahap pembiasaan dimulai dengan meminta siswa untuk untuk membaca buku selama 15 menit sebelum jam pertama dimulai. Buku disesuaikan dengan target yang telah diprogram oleh sekolah. Misalnya dalam 1 minggu ke depan, siswa membaca buku sejarah. Kemudian dilanjutkan Minggu berikutnya dengan cerita hewan. Contoh kegiatan pada gerakan literasi sekolah pada tahap pembiasaan ini bertujuan untuk menumbuhkan minat membaca siswa. Guru diharapkan dapat memotivasi siswa untuk membaca dengan baik.

2) Tahap Pengembangan

Pada tahap pengembangan pengembangan diharapkan siswa sudah terbiasa membaca buku. Contoh kegiatan literasi pada tahap ini antara lain adalah:

  1. Mengelola sudut baca
    Untuk menciptakan suasa membaca yang nyaman alangkah lebih baik membuat sudut baca baik di kelas, perputakaan maupun di halaman sekolah. Penggunaan Hiasan bisa menjadi pilihan.
  2. Wajib membaca selama minimal 1 jam dalam seminggu
    Siswa sudah memiliki kesadaran dalam dirinya untuk membaca minimal 1 jam dalam seminggu.
  3. Kuis Pengetahuan
    Guru mengadakan kuis pengetahuan sedikitnya 1 kali dalam satu minggu. Soal kuis bergantung pada tema buku bacaan minggu ini. Misalnya temanya sejarah kemerdekaan, guru membuat soal seputar sejarah kemerdekaan.
  4. Duta Literasi
    Memilih salah satu siswa sebagai duta literasi di sekolah dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa. Duta literasi bertugas untuk mengembangkan budaya literasi di sekolah

3) Tahap pembelajaran

Dalam tahap pembelajaran, siswa diharapkan mampu membagi pengetahuan yang sudah di dapat saat membaca buku. Beberapa contoh kegiatan yang dapat dilakukan antara lain adalah:

  1. Membuat mading
    Tiap kelas diwajibkan memiliki papan mading sendiri-sendiri. Guru bertugas mengkoordinasi siswa dengan membagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok mempunyai kesempatan untuk mengisi mading dengan artikel, gambar, cerita pendek, puisi atau hasil karya lainnya. Pemajangan setiap kelompok selama 1 minggu kemudian diganti kelompok lain pada minggu berikutnya. Pada akhir semester, diumumkan kelompok paling rajin.
  2. Klub Literasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *