Gerakan Literasi Sekolah (GLS)

Diposting pada

Pengertian Gerakan Literasi Sekolah tidak sebatas dalam kegiatan membaca dan menulis. Gerakan ini bertujuan untuk membentuk ekosistem literasi dasar di sekolah. Literasi bermula dari Deklarasi Literasi Informasi yang ditentapkan UNESCO dan dihadiri oleh 23 negara di dunia, Praha Republik Ceko. Deklarasi ini sering disebut sebagai Deklarasi Praha.

Dalam Deklarasi Praha disebutkan bahwa literasi informasi berkaitan dengan  kemampuan untuk mengatasi berbagai masalah dengan mengidentifikasi, mengevaluasi, dan menggunakan informasi. Setiap individu wajib memiliki kemampuan itu sebagai syarat untuk berkomunikasi dalam masyarakat modern yang identik dengan masyarakat informasi. Literasi merupakan bagian dari hak dasar manusia sebagai pembelajaran sepanjang hayat.

Gerakan Literasi Sekolah merupakan gerakan sosial partisipatif yang melibatkan seluruh elemen pendidikan mulai dari siswa, guru, kepala sekolah, orang tua siswa, tokoh masyarakat dan pemerintah. Langkah yang ditempuh adalah membentuk ekosistem pembelajaran yang menyenangkan dengan membiasakan membaca buku selama 15 menit pada awal pembelajaran setiap harinya. Kemudian apabila tahap pebiasaan telah terbentuk, maka dilanjutkan ke tahap pengembangan dan pembelajaran. Pada Kurikulum 2013, program gerakan literasi ini disertai dengan buku tagihan. Variasi kegiatan dapat dapat dilakukan tidak hanyak setiap siswa membaca dalam hati, tapi juga bisa menyuruh salah satu siswa membaca buku dan siswa lain mendengarkan.

Dalam pelaksaan Gerakan Literasi Sekolah ini dapat dibuat jadwal program dan jenis buku yang dibaca menyesuaikan usia siswa. Berikut contoh pembagian jenis buku berdasarkan usia siswa dalam gerakan literasi sekolah.

pembagian jenis buku gerakan literasi sekolah

Gerakan Literasi Sekolah merupakan upaya untuk mengejar kemajuan, maka kita tidak boleh setengah-setangah dalam menyiapkannya. Penanaman literasi dasar harus sesuai dengan literasi lainnya yang mencangkup dalam bingkai literasi informasi. Ekosistem pembelajar yang memiliki kemampuan dalam literasi informasi harus terbentuk dan para penghuni ekosistem dapat saling memberikan kebermanfaatannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *