Mengenal Pendidikan Profesi Guru (PPG)

Diposting pada

pendidikan profesi guru

Pengertian

Pendidikan Indonesia terus berbenah dari tahun ke tahun. Salah satunya dengan mempersiapkan dan mencetak guru profesional. Setelah disahkannya UU nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen, syarat untuk mejadi guru saat ini salah satunya harus memiliki sertifikat pendidik yang diperoleh melalui pendidikan profesi guru (PPG). Sertifikat pendidik merupakan sebuah pengakuan formal yang diberikan kepada guru sebagai tenaga profesional.

Menurut UU No 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pendidikan Profesi merupakan pendidikan tinggi setelah program Sarjana yang mempersiapkan peserta memiliki pekerjaan dengan persyaratan keahlian khusus. Dengan demikian, program PPG adalah program pendidikan yang diselenggarakan bagi lulusan S-1 Kependidikan dan S-1/D-IV Non-Kependidikan yang memiliki bakat dan minat menjadi guru agar mereka dapat menjadi guru profesional setelah mereka memenuhi syarat-syarat tertentu sesuai dengan standar nasional pendidikan dan memperoleh sertifikat pendidik.

Tujuan program PPG, seperti yang tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 87 Tahun 2013 (sebagai pengganti Permendiknas No 8 Tahun 2009) adalah menghasilkan calon guru yang memiliki kompetensi dalam
merencanakan, melaksanakan, dan menilai pembelajaran, menindaklanjuti hasil penilaian, melakukan pembimbingan, dan pelatihan peserta didik serta melakukan penelitian, dan mampu mengembangkan profesionalisme secara berkelanjutan.
Program PPG merupakan Program Pendidikan Profesi Guru bagi sarjana pendidikan yang telah melaksanakan tugas pengabdian di daerah 3T selama satu tahun.

Landasan Program PPG

  1. UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
  2. UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
  3. PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
  4. PP Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru.
  5. Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru.
  6. Permendiknas Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor.
  7. Permendikbud Nomor 87 Tahun 2013 tentang Program Pendidikan Profesi Guru Prajabatan.
  8. Surat Keputusan Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Nomor 007/B1/SK/2017 tentang Penetapan Perguruan Tinggi Penyelenggara Rintisan Program Pendidikan Profesi Guru Prajabatan.

LPTK Penyelenggara PPG

Penyelenggara Pendidikan Profesi Guru (PPG) adalah LPTK yang ditunjuk (ditugasi) oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa), Kemenristekdikti. Adapun LPTK penyelenggara Program PPG SM-3T Angkatan V Tahun 2017 adalah sebagai berikut:

  1. Universitas Bengkulu
  2. Universitas Mulawarman
  3. Universitas Negeri Gorontalo
  4. Universitas Negeri Jakarta
  5. Universitas Negeri Makassar
  6. Universitas Negeri Malang
  7. Universitas Negeri Manado
  8. Universitas Negeri Medan
  9. Universitas Negeri Padang
  10. Universitas Negeri Semarang
  11. Universitas Negeri Surabaya
  12. Universitas Negeri Yogyakarta
  13. Universitas Nusa Cendana
  14. Universitas Pendidikan Ganesha
  15. Universitas Pendidikan Indonesia
  16. Universitas Riau
  17. Universitas Negeri Sebelas Maret
  18. Universitas Syiah Kuala
  19. Universitas Tanjungpura
  20. Universitas Islam Nusantara
  21. Universitas Muhammadiyah Malang
  22. Universitas PGRI Semarang
  23. Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

Penunjukan LPTK sebagai penyelenggara program PPG melalui penugasan khusus yang ditentukan dan
didasarkan pada pemenuhan beberapa persyaratan, yaitu: (1) akreditasi Program Studi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan peringkat paling rendah B; (2) ketaatan azas dalam penyelenggaraan perguruan tinggi sesuai dengan peraturan perundangan yang ada; (3)komitmen LPTK; (4) kualitas sarana dan prasarana dalam pelaksanaan tridharma perguruan tinggi yang mendukung program studi kependidikan; (5) fasilitas asrama; (6) memiliki program peningkatan dan pengembangan aktivitas instruksional atau yang sejenis dan berfungsi efektif, dan (7) memiliki program
dan jaringan kemitraan dengan sekolah-sekolah mitra terakreditasi paling rendah B dan memenuhi persyaratan untuk pelaksanaan program pengalaman lapangan (PPL).

Persyaratan Peserta PPG

Mengingat penugasan di daerah 3T memerlukan ketangguhan, ketahanmalangan, dan
kondisi fisik yang sehat, dan peserta PPG harus mengikuti program berasrama, mengikuti
semua kegiatan baik di kampus, maupun di sekolah tempat PPL, maka calon peserta PPG
harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

  1. Sarjana Pendidikan yang telah selesai melaksanakan tugas pengabdian melalui Program SM-3T.
  2. Memiliki latar belakang bidang studi yang sesuai dengan program studi PPG
  3. Berbadan sehat yang dibuktikan dengan surat keterangan Dokter
  4. Bebas narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (napza) yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Bebas Narkoba (SKBN) dari pejabat yang berwenang, yang disertai dengan hasil tes urine
  5. Berkelakuan baik yang dibuktikan dengan surat keterangan dari kepolisian mendapatkan ijin dari orangtua/wali yang dibuktikan dengan surat pernyataan bermaterai
  6. Mendapatkan ijin dari orangtua/wali yang dibuktikan dengan surat pernyataan bermaterai
  7. Sanggup mengikuti seluruh kegiatan di kelas dan di asrama, dengan tingkat kehadiran/partisipasi penuh
  8. Sanggup menaati peraturan atau tata tertib dan bersedia menerima sanksi jika melakukan  pelanggaran yang dinyatakan dalam surat pernyataan bermeterai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *