Pengertian Gerakan Literasi Sekolah

Diposting pada

Sebelum kita membahas tentang Pengertian Gerakan Literasi Sekolah (GLS), marilah kita memahami terlebih dahulu tentang pentingnya kemampuan membaca yang termasuk dalam keterampilan berbahasa. Dengan membaca kita mendapatkan berbagai macam informasi. Membaca merupakan salah satu kegiatan literasi yang dapat membuka jendela dunia. Literasi tidak dapat terpisah dalam dunia pendidikan. Literasi berfungsi sebagai cara bagi siswa untuk mengenal, memahami, dan menerapkan ilmu yang diterima di sekolah.

Gerakan Literasi Sekolah merupakan wujud dari evaluasi pendidikan kita selama ini yang ternyata masih jauh dari harapan. Hal ini ditunjukkan dari hasil survei internasional PISA 2009, 2012 dan 2015 yang mengukur keterampilan membaca pada siswa di seluruh dunia. Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa Indonesia menduduki peringkat bawah. Pada tahun 2012, Indonesia berada pada peringkat 64 dari 65 negara yang mengikuti survei PISA. Kemudian pada tahun 2015, Indonesia hanya mampun naik pada posisi 62 dari 70 negara yang berpartisipasi pada tahun 2015. Permasalahan ini merupakan masalah cukup serius bagi bangsa Indonesia, khususnya dalam hal Membaca, karena membaca merupakan dasar untuk memperoleh pengetahuan.

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan menyadari akan masalah ini. Kemudian menciptakan strategi untuk meningkatkan minat membaca siswa melalu Gerakan Literasi Sekolah yang dilaksanakan secara nasional. Gerakan Literasi Sekolah ini bertujuan untuk menumbuhkan minat dan memotivasi siswa dalam membaca dan menulis sehingga terbentuk budi pekerti yang baik. Gerakan ini tercantum dalam Permendikbud Nomor 23 tahun 2015.

Upaya yang dilakukan dalam Gerakan Literasi Sekolah adalah dengan membiasakan siswa untuk membaca buku selama 15 menit sebelum pembelajaran dimulai. Kegiatan ini mulai diterapkan dalam kurikulum 2013. Pelaksanaannya, guru membacakan buku dan siswa membaca dalam hati. Buku bacaan dapat disesuaikan dengan target sekolah. Atau dapat juga dengan variasi kegiatan lain yang berupa perpaduan keterampilan reseptif dan produktif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *