Pengertian HAM (Hak Asasi Manusia) dan Contohnya

Diposting pada

Hak asasi manusia adalah hak dasar dan kebebasan yang dimiliki setiap orang di dunia, sejak lahir sampai mati. HAM tidak peduli dari mana Anda berasal, apa agama anda atau bagaimana Anda memilih untuk menjalani hidup Anda. Mereka tidak akan pernah bisa dihilangkan, meski terkadang bisa dibatasi – misalnya jika seseorang melanggar hukum, atau untuk kepentingan keamanan nasional.

Hak-hak dasar ini didasarkan pada nilai-nilai seperti martabat, keadilan, kesetaraan, rasa hormat dan independensi. Tapi hak asasi manusia bukan hanya konsep abstrak – mereka didefinisikan dan dilindungi oleh undang-undang.

Kekejaman Perang Dunia Kedua membuat perlindungan hak asasi manusia menjadi prioritas internasional. Pembentukan Perserikatan Bangsa-Bangsa membuka jalan bagi lebih dari 50 Negara Anggota untuk berkontribusi pada draft akhir Deklarasi Universal tentang Hak Asasi Manusia, yang diadopsi pada tahun 1948. Ini adalah usaha pertama untuk menetapkan secara global hak-hak dan kebebasan fundamental dimiliki oleh semua manusia.

Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (The Universal Declaration of Human Right) adalah dokumen tonggak sejarah dalam sejarah hak asasi manusia. Draft dibuat oleh perwakilan dengan latar belakang hukum dan budaya yang berbeda dari seluruh wilayah di dunia, Deklarasi tersebut diproklamasikan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di Paris pada tanggal 10 Desember 1948 oleh resolusi Majelis Umum 217 A (III) sebagai standar pencapaian umum untuk semua masyarakat dan semua bangsa. Deklarasi ini menetapkan, untuk pertama kalinya, hak asasi manusia mendasar harus dilindungi secara universal. Sejak diadopsi pada tahun 1948, UDHR telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 501 bahasa – dokumen yang paling banyak diterjemahkan di dunia – dan telah mengilhami konstitusi beberapa negara yang baru merdeka dan banyak negara demokrasi baru. UDHR, bersama dengan Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik dan dua Protokol Opsionalnya (mengenai prosedur pengaduan dan hukuman mati) dan Kovenan Internasional tentang Hak-hak Ekonomi, Sosial dan Budaya dan Protokol Opsionalnya, membentuk apa yang disebut RUU Internasional Hak Asasi Manusia.

Pelaksanaan Hak Asasi Manusia di Indonesia tertuang dalam Undang – Undang Nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *